Case Study : CPM Propeller Ads Vs CPC Adsense

Membandingkan dua jaringan Advertiser antara Propeller Ads dengan Adsense sebenarnya bisa dikatakan kurang tepat dan tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur. Mengingat kedua jaringan periklanan tersebut memiliki metode dan cara yang berbeda dalam menentukan besar kecilnya penghasilan yang diperoleh para publishernya

Hampir sebagian advertiser yang terdapat di jaringan periklanan Adsense menerapkan sistem CPC (biaya per klik) untuk para publishernya sedangkan Propeller Ads lebih mengoptimalkan pada basis CPM atau biaya per seribu tayang iklan, meskipun click rasio masih menjadi faktor yang ikut meentukan besarnya nilai CPM pada jaringan iklan Propeller Ads

Berbicara mana yang terbaik dari kedua jaringan iklan tersebut pada dasarnya tidak bisa hanya dinilai dari besarnya pendapatan yang diperoleh. Metode pembayaran kerap menjadi faktor seseorang untuk menentukan jaringan iklan A atau B dan masih banyak lagi faktor-faktor lain yang tidak bisa saya sebutkan disini
Sesuai dengan judul pada artikel ini yaitu Case Study CPM Propeller Ads dan CPC Adsense, disini saya akan memberikan informasi bagaimana kinerja kedua jaringan periklanan tersebut yang keduanya saya pasang pada blog yang sama dengan pemasangan iklan sebagai berikut

Url : http://makalahproposal.blogspot.com
Sumber traffic : Search engine
Topik : sangat beragam (super gado-gado)
Geo : Indonesia
Akses pengguna : 60-75% dari perangkat seluler dan sisanya Desktop
Iklan Adsense : dipasang secara optimal dengan 3 banner Ads dan 3 link Ads
Iklan Propeller : satu scrip iklan dialog (hanya muncul ketika pengguna mengakses dari perangkat seluler

Informasi tambahan : Iklan propeller ads hanya akan muncul sekali untuk setiap pengguna. Jadi misalkan ada pengguna yang mengakses halaman tersebut dan membaca 3-5 artikel maka iklan yang muncul tetap hanya sekali saja. Jadi akan terdapat perbedaan yang sangat besar antara jumlah tampilan iklan di Adsense dengan di Propeller Ads.  misalnya pada laporan Adsense terdapat jumlah tampilan laman 15.000 dan tampilan iklan mencapai 25.000 maka pada laporan Propeller Ads tidak lebih dari 5-6 ribu tampilan

Bagaimana kinerja dari kedua jaringan iklan tersebut?

Untuk memberikan informasi yang valid, disini saya akan memberikan screenshot dari kedua jaringan Advertiser tersebut dalam kurun waktu 30 hari terakhir

Laporan Adsense 30 hari terakhir (klik gambar untuk memperbesar)


laporan kinerja Adsense



Laporan Propeller Ads 30 hari terakhir

laporan kinerja propeller ads


Dari data pada kedua laporan di atas bisa dilihat bahwa kinerja Propller Ads lebih bagus jika dibandingkan Adsense

Fact : Yang perlu saya tekankan disini adalah, saya hanya menggunakan 1 iklan Propller Ads dan itupun bukan jenis iklan yang paling di unggulkan di propeller Ads. Jenis iklan yang paling di andalkan oleh Propeller Ads adalah iklan

1. Pop Under
2. Native Direct Ads
3. Interstitial

Lalu mengapa saya tidak menggunakan iklan yang memiliki kinerja paling bagus dari propeller Ads? alasannya karena Pop Under dan Direct Ads melanggar TOS Adsense sedangkan Interstitial, secara pribadi saya tidak menyukainya berdasarkan pengalaman memasang iklan interstitial beberapa bulan lalu yang membuat pengunjung lebih memilih meninggalkan blog tersebut dan mencari referensi dari blog lain

Tertarik menggunakan jaringan iklan Propeller Ads? anda bisa mendaftar langsung lewat banner di bawah ini

Propellerads


Atau jika anda butuh tutorial Propeller Ads dari cara daftar sampai pemasangan scrip iklan di HTML blog, bisa menyimak panduan lengkapnya di artikel berikut :
Cara Daftar dan Pasang Iklan Propeller Ads
Tapi tunggu dulu, simak beberapa kekurangan yang terdapat di propeller Ads

Kelemahan dari propeller Ads

1. Tidak tersedia iklan Banner (update terbaru 2016)
2. Hanya muncul sekali per satu kunjungan visitor
3. Tidak tersedia Paypal sebagai alat pembayaran yang mana Paypal hampir sebagian besar digunakan oleh para publisher selain wire transfer. Alat pembayaran lain yang digunakan webmoney, Epese, Payoneer dan wire transfer

4. Pembayaran Net $100 setiap bulannya jika menggunakan payoneer, Epese, dan webmoney
5. Pembayaran Net $500 dollar setiap bulannya jika menggunakan wire transfer dengan potongan $50 dan jika tidak ingin terkena potongan maka anda harus mencairkan via wire dengan minimum pembayaran $1000

Jika anda memiliki akun Payoneer berarti sistem dan alat pembayaran sudah tidak lagi menjadi masalah karena sudah dapat di cairkan dengan Net $100 tiap bulannya

Kelebihan Propeller Ads adalah rate CPM yang terbilang tinggi untuk Geo Indonesia yang berada di kisaran 0.80 sampai 1.60. cukup tinggi dibandingkan dengan iklan berbasis CPM lainnya seperti Revenue Hits atau Ubercpm


Kesimpulan

Propeller Ads sangat cocok digunakan untuk anda para webmaster yang memiliki blog traffic tinggi namun belum memiliki akun Adsense atau jika kinerja Adsense tidak optimal. anda bisa menggunakanPropeller Ads sebagai satu-satunya iklan yang anda pasang atau boleh menerapkan bersama-sama dengan akun Adsense dengan catatan tidak menggunakan jenis iklan yang sudah saya sebutkan di atas

Sebelum saya akhiri terkait perbandingan kinerja dua jaringan periklanan anatara Adsense dan Propeller Ads ini, sekali lagi saya tegaskan bahwa kinerja suatu iklan dipengaruhi banyak faktor maka dari itu seluruh ulasan ini tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengatakan Propeller Ads lebih baik dari Adsense dan bahkan saya sendiri masih mengakui bahwa secara umum untuk blog bahasa Indonesia, Adsense masih yang terbaik